Desember tahun 2013 lalu, Empat orang perwakilan dari HIMASRA betolak ke Purwokerto dalam rangka menghadiri undangan
dari mahasiswa UNSUD (Universitas Jendral
Sudirman) fakultas Ekonomi yang tergabung dalam UKM SASMI (Sanggar Seni
Mahasiswa Ekonomi) dalam acara SASMI FAIR 2013. Kira-kira acara apa sih itu? lalu diundang untuk apa sih? nih RedEtsa kasih tahu, Disana HIMASRA ikut serta dalam perhelatan event tahunan ini. Dalam Sasmi fair kali ini ada pengenalan UKM Seni, Industri Kreatif, dan seniman se-jawa. UKM seni yang ikut berpartisipasi antara lain dari ISI Jogja, UGM Jogja, UPI Bandung, UNES Semarang, UMP Purwokerto dan Komunitas seni (Watu Apung, Thre Brother, My art dan IPBS Bumuayu). Tentunya UPI Bandung bangga memperkenalan UKM seni kita yaitu UKM Studio 229. Kali ini ada cerita lengkapnya yang berasal ditulis *tepatnya diketik oleh saudara Ganjar yang juga merupakan salah satu empat perwakilan yang pergi kesana. yukk chek this out.
ART
TRIP TO PURWOKERTO
“SASMI
FAIR 2013”
Oleh
Ganjar Jatmika Sukanda*
“Bleh ek ngilu moal?” Tanya fahrul pada gobleh,”moal urang aya
gawean” kata gobleh singkat.Siang itu waktu menunjukkan pukul 11.50,kondisi
jalan di kota bandung lumayan sesak dengan kendaraan.saya (ganjar
jatmika.red),fahrul st nugraha,rifky jek dan ramdan(alias fitri alias aconk
alias dani.red) berencana pergi ke purwokerto untuk menghadiri undangan
dari mahasiswa UNSUD (Universitas Jendral
Sudirman) fakultas Ekonomi yang tergabung dalam UKM SASMI (Sanggar Seni
Mahasiswa Ekonomi) dalam acara SASMI FAIR 2013.
Menurut jadwal kereta yang tertera pada tiket,kereta menuju purwokerto
berangkat pukul 12.00 sehingga bisa di pastikan kami akan terlambat untuk naik
kereta,setibanya di stasiun kiaracondong pukul 12.05,kami langsung bergegas
berlari menuju jalur dua,tempat kereta api saluyu indah menanti,di tengah
pelarian mengejar kereta,seorang pedagang ibu ibu berceloteh “jang,tong
lulumpatan,kareta na ge telat.”kami yang sebelumnya begitu gusar galau gundah
gulana seketika menjadi tenang dan sedikit menarik napas,karena ternyata kami
tidak ketinggalan kereta siang itu.
Kereta akhirnya tiba pukul
13.50,telat 50 menit dari jadwal,dan kami berempat pun masuk ke gerbong
5,perjalanan dari bandung-purwokerto berkisar 7 jam lamanya,ada pengalaman
menarik di kereta,ketika kita berempat sedang asik mengobrol di kereta,ada
seorang cewek sedang duduk sendiri di barisan samping kita dan dia sepertinya
sedang asik bermain dengan hpnya,tiba tiba datang satpam kereta api yang
badannya lumayan gede dan kulitnya rada coklat menuju hitam yang berkata
“loh,kok ada cewek didiemin?ajak ngobrol dong.”sambil tersenyum dia
melewat,kami hanya bisa tersenyum tanpa tahu harus bereaksi bagaimana (maklum
pada jomblo akut dan lupa bagaimana untuk menggoda dan memulai pembicaraan dengan seorang cewek..
hehehe..) tak beberapa lama kemudian satpam yang tadi kembali lagi “haduh,kok
masih di diemin? Perlu di ajari caranya?”dan sekali lagi si satpam berjlaan ke
arah depan gerbong sambil cengengesan,kami hanya senyum pasrah dan si mbak
hanya bisa tersenyum tidak kobe mendengar celotehan si satpam.
Begitu tiba di stasiun purwokerto,kami langsung di sambut oleh LO
kami yang bernama mas joko,dan kondisi waktu itu hujan.tidak berapa lama di
perjalanan kami akhirnya tiba di tempat peristirahatan,sebuah wisma yang
biasanya digunakan untuk diklat,tempat tidurnya ada 4 pas untuk kami
berempat,dengan posisi tempat tidur bertingkat 2,menurut panitia,tempat kami
menginap merupakan daerah pariwisata dan kalau kita sedikit lagi menuju ke
atas,kita akan menuju tepat di bawah kaki gunung selamet,sehingga bisa di
katakan harga makanan disana lumayan mahal.
(sang pemikir fahrul sedang memikirkan nasib nya 3 hari ke depan di
purwokerto)
Di pagi harinya kami(tepatnya saya.. hhehe.red)bangun di pukul 9
pagi,teman teman sudah siap untuk mengisi stand di acara SASMI fair,ketika saya
mau bersiap siap,tiba tiba pintu kamar ada yang mengetuk dan dari balik
pintu,munculah seseorang dengan rambut gondrongnya dan berkata “mas punya kopi?”
ternyata itu adalah teman teman dari ISI jogja,jadi bukan hanya kami yang di
undang untuk mengisi stand di sini,namun SASMI juga mengundang UKM UKM dan HIMA
HIMA lain di pulau jawa,mulai dari UKM tari bali dari UGM,grup band MOJODEN APP
dari Jakarta,dll,kami semakin tidak sabar untuk segera mengisi stand.
(mempersiapkan stand di kunjungi teman teman dari isi joga “piye
kabare mas?”)
Selesai jumatan,kami di
brifing oleh panitia di kampus unsud dan kami di beri rundown acara,ketika
brifing,jek sedang asik mengobrol tentang STUDIO 229 dengan seorang cewek dan
ternyata eh ternyata cewek itu merupakan ketua pelaksana dari event ini,kami
merasa kaget sekaligus takjub,sebuah event berskala sepulau jawa di ketuai oleh
seorang cewek,kami menjadi semakin mendukung dan memberikan penghargaan pada
acara ini.dan di balik brifing itu terdapat chemistry yang berbeda ketika jek
sedang berbicara dengan ketua event,dan hal ini ternyata di rasakan juga oleh
kedua rekan seperjuangan saya disini.
(pengenalan setiap ukm)
Beres brifing,kita langsung menuju stand dan sedikit mendekor stand
dengan pertama tama memasang bendera STUDIO 229 pada backround stand kami dan
mulai satu persatu karya grafis di gantungkan pada seutas benang kasur yang telah
diikat pada besi kerangka stand.ya,kami disini akan membuaka stand workshop
grafis cukil kayu dan sablon blockout,karena ada beberapa barang yang tidak bisa di bawa
dari bandung,kami meminta bantuan panitita untuk mencari beberapa barang
keperluan lain untuk menggrafis terutama adalah kaca untuk meratakan cat
grafis,lama berselang kaca yang di cari belum juga ketemu,dan tiba tiba saudara
fahrul datang dengan kaca seukuran kertas a2 yang ia temukan pada tong
sampah,dan tak lama berselang panitia pun hadir dengan kaca seukuran
a4,sehingga kita memiliki 2 kaca saat itu.. hem..
(gambar 4.pengunjung yg ingin mencoba workshop “teh
liat itu ada bintang jatuh,ucul deh” kata fahrul dengan lembutnya)
Di kejauhan aku melihat seseorang sedang memasangkan kain batik pada
sebatang pohon di depan panggung,semakin lama di perhatikan dia lumayan manis
dengan wajah ke arab araban nya,dan tak lama kemudian seseorang yang gemulai
dan tampak rapuh itu langsung mengambil sebuah gergaji dan menggergaji sebuah
bamboo di dekatnya,dan ternyata setelah di teliti lebih jauh,dia merupakan
seorang tim dekorasi pada acara itu,sekali lagi kami kaget.dan ketika itu pula
kami menjulukinya sebagai ladies parang..
Beres isya,pembukaan acara pun di mulai,dengan beberapa kata
sambutan dan persembahan tarian dan music dari ukm dan band band local
purwokerto.pengunjung malam itu lumayan ramai dan stand kami di kunjungi
lumayan banyak pengunjung,kebanyakan dari mereka belum tau apa itu grafis,cara
pembuatannya dan berbagai macam tentang grafis,sehingga waktu itu fahrul yang
di bantu dengan fitri harus lumayan keteteran untuk mengajari workshop kepada
pengunjung yang sangat antusias dengan workshop kami ini,sedangkan saya harus
menutupi lubang pada screen sablon dengan lem untuk di jadikan model sablon dan
jek terus mencukil kayu dan sesekali
mengajarkan cara mencukil kayu yang baik dan benar kepada pengunjung yang ingin
mencoba.
(gambar 5.tetangga sebelah mbak healty dari mojoden app Jakarta)
Penonton yang datang malam itu lumayan ramai mereka kebanyakan ingin
melihat acara music yang di sajikan di atas panggung,stand kami biasanya mulai
penuh dengan pengunjung apabila ada jeda waktu antara band yang akan tampil,dan
apabila stand kami sedang tidak ada pengunjung,kami sedikit sharing dengan
teman teman isi jogja,ternyata mereka berasal dari jurusan seni murni,diantara
mereka ada yang mengambil prodi lukis,patung dan grafis mereka yang datang
berasal dari angkatan 2009 sampai 2012.
Kebanyakan yang datang ke stand kami adalah cewek cewekyang memang
penasaran dan tidak tahu akan grafis,bahkan panitia sering juga datang dan
mencoba untuk bergrafis,kebanyakan dari panitia yang datang memang baru pertama
kali mengetahui grafis,ada yang menanyakan cat apa yang di pakai sampai bahan
MDF yang digunakan.
Malam itu kami pulang ke penginapan pukul 11 malam dan langsung tumbang di tempat tidur karena kondisi badan yang lelah telah mengworkshop banyak orang.pagi harinya kami bangun pukul 09.23 dan langsung persiapan untuk mengisi stand kami lagi,acara siang itu adalah melukis bareng,dari kami mewakilkan fitri sebagai pengeksekusi sebagian kanvas besar yang telah di siapkan panitia,ia melukis gunung selamet yang merupakan icon di tempat itu.acara kemudian di lanjutkan dengan sesi talkshow kesenirupaan,kami mewakilkan fahrul sebagai juru bicara,di atas panggung,fahrul menceritakan tentang asal mula terbentuknya ukm studio 229 dan mengenai pameran 19 yang baru saja kami laksanakan,dan kami semua yang hadir di sasmi fair di tantang oleh MC cewek yang bahenol untuk membuat event bersama sama lagi namun dengan skala yang lebih besar lagi.. haha.. ada kejadian unik yang di alami oleh fitri,ia minta diantarkan ke wc terdekat karena ingin BAB begitu sampai di wc pitri langsung mentuntaskan urusannya dan betapa kagetnya dia ternyata LO yang mengantarkannya tetap setia menunggu di luar.. haha padahal tidak harus di tunggu..
(gambar 7.ramdhan alias dhani perwakilan dari studio melukis gunung
slamet)
Acara siang itu hingga maghrib menjelang bisa dikatakan lumayan
sepi,mungkin karena hujan dan kurang interestnya masyarakat purwokerto dengan
acara pada siang itu,namun begitu malam menjelang,lagi lagi di depan panggung
penuh dengan penonton kami yang dari tadi bersantai dan meyamba,tiba tiba
langsung sibuk menghadapi pengunjung yang bertanya ini itu tentang grafis.sesekali
ketua pelaksana mengunjungi stand kami dan memfoto karya kami,atau ya mungkin
ingin memfoto… ehem.. hihi..
(gambar 8.logo ukm sasmi bukan logo teater lakon)
Malam itu selain penampilan penampilan band local juga ada penampilan tari bali,tari saman dari aceh dan lain lain.sebelum acara selesai malam itu,perwakilan tiap tiap ukm yang di undang di berikanmerchandise tanda terima kasih dari ukm SASMI karena telah hadir di acara mereka.beres acara kami saling bersalam salaman dengan teman teman dari ukm lain dan saling berpamitan.
(Gambar 9. “ahemstein”)
Kesokan paginya,kami pulang menggunakan bis yang berangkat pukul 10
pagi suasana bis pagi itu lumayan padat penumpang,fitri dan jek tidak kebagian
tempat duduk sehingga mereka terpaksa harus duduk di dekat tempat penyimpanan
barang di dekat jendela belakang..
(gambar 11.CINTA)
(gambar 12.pitri yang “liar”)
(Gambar 13.Foto bersama)
* Itulah cerita panjang perjalanan yang ditulis lebih tepatnya diketik oleh Ganjar dengan segala kebodoran dan keabsurannya. Tulisan ini mengandung ke gejean, tapi memang sengaja dibuat untuk menarik perhatian pembaca.ha ha ha.
Story by Ganjar
Foto by Ganjar
Edited by Devi
* Itulah cerita panjang perjalanan yang ditulis lebih tepatnya diketik oleh Ganjar dengan segala kebodoran dan keabsurannya. Tulisan ini mengandung ke gejean, tapi memang sengaja dibuat untuk menarik perhatian pembaca.ha ha ha.
Story by Ganjar
Foto by Ganjar
Edited by Devi